Senin, 14 Maret 2016



                              MARCHING BAND 


 Marching band adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan marching band merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya, penampilan marching band dipimpin oleh satu atau dua orang komandan lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubahubah sesuai dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera. Marching band umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya atau corak penampilannya. Pada awalnya marching band dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan marching band pada mulanya adalah sebagai pengiring parade perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret ataupun beberapa personil pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik marching band dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan. Komposisi musik yang dimainkan marching band umumnya bersifat harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat marching bandmerupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan marching band di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.


1. Sejarah Marching Band

 Marching band bermula dari tradisi purba sebagai kegiatan yang dilakukan oleh beberapa musisi yang bermain musik secara bersama-sama dan dilakukan sambil berjalan untuk mengiringi suatu perayaan ataupun festival. Seiring dengan perjalananan waktu, marching band berevolusi menjadi lebih terstruktur dalam kemiliteran di masa-masa awal era negara kota. Bentuk inilah yang menjadi dasar awal orkes militer yang kemudian menjadi awal munculnya marching band saat ini.1,2 Meskipun pola marching band telah berkembang jauh, masih terdapat cukup banyak tradisi militer yang bertahan dalam budaya marching band, tradisi milter tersebut tampak pada atribut-atribut seragam yang digunakan, tata cara berjalan, model pemberian instruksi dalam latihan umumnya masih merupakan adaptasi dari tradisi militer yang telah disesuaikan sedemikian rupa. Di Indonesia, budaya marching band merupakan pengembangan lebih lanjut atas budaya drum band yang sebelumnya berada di bawah naungan organisasi PDBI (singkatan dari "Persatuan Drum Band Seluruh Indonesia") yang dibina oleh Menpora (singkatan dari "Menteri pemuda dan olahraga"). Marching band lahir sebagai kegiatan yang memfokuskan penampilan pada permainan musik dan visual secara berimbang, berbeda dengan drum band yang lebih memfokuskan sebagai kegiatan olahraga. Dalam perkembangannya, marching band di Indonesia banyak mengadaptasikan variasi teknik-teknik permainan yang digunakan oleh grup-grup drumcorps di Amerika, khususnya pada instrumen perkusi. Hal ini membuat corak permainan dalam penampilan marching band menjadi lebih mudah dibedakan dari corak penampilan drum band.


2.Elemen Marching Band
I. Pemain Dalam sebuah unit marching band, pemain merupakan sekumpulan individu yang memainkan perannya sesuai dengan aransemen musik maupun koreografi. Secara kuantitas tidak memiliki ukuran baku mengenai jumlah minimal maupun maksimal jumlah pemain dalam sebuah unit marching band. 

II. Pelatih Pelatih marching band memiliki dua tugas pokok yaitu meningkatkan kemampuan individu masing-masing pemain dan yang kedua adalah memastikan proses transfer materi ke pemain berjalan dengan baik. Secara umum sebuah unit marching band memiliki lima orang pelatih untuk masing-masing instrumen, yaitu pelatih instrumen tiup, pelatih instrumen bendera, pelatih instrumen musik pukul PIT, pelatih instrumen musik pukul battery dan pelatih drill display 

III. Instrumen Musik Tiup Pada mulanya, ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band identik dengan yang digunakan drum band (marching band versi terdahulu). Namun pada perkembangannya beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk didalamnya sofrano, alto, dan tenor), trombone, sousaphone dan flute yang jamak digunakan sebelumnya sudah ditinggalkan. Umumnya, instrumen musik tiup yang digunakan dalam marching band menggunakan nada dasar B♭ atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan marching band umumnya adalah:

 a. Trumpet                                                    d. Tuba                        b. Mellophone                                               e. Baritone                c. French Horn                                             f. Trombone


3. Instrumen Musik Pukul

I. Instrumen Battery Instrumen musik perkusi dalam marching band merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai lini drum atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan marching band umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada drum band. Instrumen-instrumen tersebut adalah: a. Snare Drum c. Drum Bass b. Drum Tenor / Quint d. Cymbal 

II. Instrumen PIT Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan marching band, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan marching band umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (marching band terdahulu). Beberapa grup marching band bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenisjenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan marching band antara lain: 

 a. Xylophone                                              e. Gong Cina              b. Vibraphone                                            f. Timpani                    c. Marimba                                                 g. Drum Bass Concert  d. Cymbal h. Bells

 4.Instrumen Bendera 

Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti rifle dan sabre, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah; bendera, dan rifle.